Tiga Sekawan Kripto: Rekening Fiktif dan Ponsel ke Malaysia.

Cluster.web.id Bismillah semoga hari ini istimewa. Pada Artikel Ini mari kita bahas Berita yang lagi ramai dibicarakan. Panduan Artikel Tentang Berita Tiga Sekawan Kripto Rekening Fiktif dan Ponsel ke Malaysia Jangan berhenti di tengah lanjutkan membaca sampai habis.
Table of Contents
Pada tanggal 19 Maret 2025, Bareskrim Polri mengumumkan pengungkapan kasus penipuan daring berkedok investasi kripto dan trading saham yang melibatkan jaringan lintas negara. Kasus ini berhasil diungkap setelah serangkaian penyelidikan mendalam, dan hingga saat ini, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Brigjen Himawan Bayu Aji, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan para pelaku adalah dengan menjerat korban melalui iklan di media sosial Facebook. Iklan tersebut menawarkan investasi trading saham dan kripto pada platform yang tidak terdaftar dan ilegal, seperti JYPRX, SYIPC, dan LEEDSX.
Setelah korban terpikat dan bergabung ke dalam grup WhatsApp (WA), mereka diiming-imingi keuntungan atau bonus yang sangat besar, berkisar antara 30 hingga 200 persen. Seseorang yang mengaku sebagai Profesor AS kemudian mengarahkan para korban untuk berinvestasi. Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan, para korban justru tidak dapat menarik dana mereka dari akun kripto tersebut, menyadari bahwa mereka telah menjadi korban penipuan.
Dalam kasus ini, tersangka WZ memiliki peran sentral sebagai koordinator pembuatan layer nominee kripto dan perusahaan yang digunakan untuk menerima uang hasil kejahatan di wilayah Medan. Lebih lanjut, WZ mengakui telah mengirimkan lebih dari 500 unit handphone yang telah diinstal dengan lebih dari 1.000 akun aplikasi perbankan dan exchanger kripto siap pakai. Aplikasi exchanger kripto yang digunakan antara lain [nama-nama exchanger kripto yang disebutkan dalam sumber asli].
Selain itu, WZ juga memerintahkan tersangka MSD untuk mengirimkan handphone yang sudah terinstal akun exchanger kripto dan internet banking kepada tersangka LWC, seorang warga negara Malaysia, atau mengantarkannya langsung ke Malaysia. Polri telah berkoordinasi dengan Interpol untuk menerbitkan red notice terhadap LWC.
Lima orang tersangka merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Tiga di antaranya, yaitu AN, MSD, dan MZ, telah ditahan. AN berperan dalam membantu pembuatan perusahaan dan rekening nominee yang digunakan untuk pencucian uang hasil kejahatan. MSD ditangkap pada tanggal 1 Maret di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MSD telah bekerja sejak Oktober 2024, bertugas mencari orang untuk digunakan identitasnya dalam pembuatan akun exchanger kripto dan membuat rekening bank di wilayah Medan dengan imbalan uang sebesar Rp 200-250 ribu per bank.
Tersangka AN bekerja sejak bulan Oktober 2024 atas perintah tersangka AW dan SR, yang saat ini telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). WZ, berdasarkan pengakuannya, mengetahui bahwa handphone yang dikirimkannya digunakan untuk pencucian uang dari hasil kegiatan penipuan.
Para tersangka terancam dijerat dengan berbagai pasal berlapis, termasuk Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 378 KUHP, Pasal 3, 4, 5, dan Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama pada platform yang menawarkan keuntungan yang tidak realistis. Penting untuk selalu melakukan riset mendalam dan memastikan bahwa platform investasi tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas yang berwenang.
Berikut adalah rekapitulasi peran masing-masing tersangka yang telah diidentifikasi:
Tersangka | Peran |
---|---|
WZ | Koordinator pembuatan layer nominee kripto dan perusahaan penerima uang hasil kejahatan. Pengirim handphone dengan akun perbankan dan exchanger kripto. |
LWC | Penerima handphone di Malaysia (WNA). |
AN | Membantu pembuatan perusahaan dan rekening nominee. |
MSD | Mencari orang untuk pembuatan akun exchanger kripto dan rekening bank. |
AW & SR | DPO, pemberi perintah kepada AN. |
Polri terus berupaya untuk memberantas kejahatan siber, termasuk penipuan investasi daring. Masyarakat diimbau untuk melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya kerjasama internasional dalam memberantas kejahatan transnasional. Koordinasi dengan Interpol dalam penerbitan red notice terhadap tersangka LWC menunjukkan komitmen Polri dalam mengejar pelaku kejahatan hingga ke luar negeri.
Selain penindakan hukum, edukasi kepada masyarakat mengenai investasi yang aman dan legal juga merupakan bagian penting dari upaya pencegahan kejahatan investasi daring. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat mengurangi jumlah korban penipuan investasi di masa mendatang.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi legalitas platform investasi sebelum menanamkan modal. Informasi mengenai platform investasi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui situs web resmi OJK.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara berbagai pihak, termasuk penyidik Bareskrim Polri, Interpol, dan masyarakat yang memberikan informasi. Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memberantas kejahatan siber dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan daring.
Kasus penipuan investasi kripto dan trading saham ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar tanpa risiko. Selalu lakukan riset dan verifikasi sebelum berinvestasi, dan jangan ragu untuk melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.
Detikcom bersama POLRI mempersembahkan ajang penghargaan kepada sosok polisi teladan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Terima kasih telah membaca seluruh konten tentang tiga sekawan kripto rekening fiktif dan ponsel ke malaysia dalam berita ini Silakan cari tahu lebih banyak tentang hal ini berpikir maju dan jaga kesejahteraan diri. Sebarkan kebaikan dengan membagikan kepada yang membutuhkan. semoga artikel berikutnya bermanfaat. Terima kasih.
✦ Tanya AI