Kakorlantas Beber Strategi Mudik 2025 di Hadapan Kapolri.

Cluster.web.id Mudah-mudahan selalu ada harapan di setiap hati. Di Sesi Ini aku mau berbagi cerita seputar Berita yang inspiratif. Analisis Mendalam Mengenai Berita Kakorlantas Beber Strategi Mudik 2025 di Hadapan Kapolri Simak penjelasan detailnya hingga selesai.
Brebes, 19 Maret 2025 - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, memaparkan strategi komprehensif untuk mengawal kelancaran arus mudik Lebaran 2025 kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Paparan ini disampaikan di pos pengamanan terpadu Gerbang Tol Pejagan, Polres Brebes.
Strategi yang disiapkan meliputi berbagai rekayasa lalu lintas, mulai dari pembatasan kendaraan sumbu tiga, penerapan contraflow, hingga sistem one way. Irjen Agus menekankan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas ini akan sangat bergantung pada peningkatan rasio kendaraan di jalan tol.
Bapak Kapolri, kapan kita lakukan contraflow, ini tidak bisa diprediksi. Pihak kepolisian Korlantas tidak bisa memprediksi secara pasti, jelas Irjen Agus. Ia menambahkan bahwa permasalahan utama di jalan tol adalah perubahan jumlah lajur, dari tiga lajur menjadi dua lajur, yang menyebabkan terjadinya bottleneck atau penyempitan jalur. Kondisi ini akan semakin parah jika terjadi lonjakan arus mudik yang signifikan, sehingga penerapan contraflow menjadi krusial.
Irjen Agus menjelaskan bahwa perhitungan dan penerapan rekayasa lalu lintas, baik contraflow maupun one way, akan berlaku sama untuk arus balik. Penentuan lajur yang akan digunakan untuk contraflow (lajur 1 atau lajur 2) akan didasarkan pada volume kendaraan yang terdeteksi di titik-titik tertentu. Misalnya, jika di Km 67 terhitung 6.400 kendaraan, maka contraflow akan diterapkan di lajur 2.
Ini ada rumusnya. Ketika di Km 50, ada radar dari Jasamarga yang mendeteksi 5.500 kendaraan, maka harus dilakukan contraflow satu lajur arah mudik. Jika tidak, rasio antara panjang jalan tol, lebar, dan jumlah kendaraan tidak akan mampu menampung, tegas Irjen Agus. Setelah contraflow satu lajur diterapkan, jika volume kendaraan kembali meningkat menjadi 6.400, maka contraflow lajur 2 harus segera diberlakukan. Bahkan, contraflow juga akan diterapkan di area rest area untuk mengantisipasi kepadatan.
Untuk arus balik, prinsipnya sama. Kita tidak bisa menentukan dan memprediksi secara pasti. Ketika nanti di Km 67 terdeteksi 5.500 kendaraan, teorinya sama, akan kita lakukan contraflow arus balik sampai Km 47, jelas Irjen Agus.
Selain contraflow, Irjen Agus juga memaparkan strategi penggunaan tol fungsional. Ia menjelaskan bahwa ketika rasio kendaraan setiap jam mencapai 6.200 kendaraan, sistem one way nasional akan diterapkan. Strategi ini belum pernah diterapkan pada mudik tahun-tahun sebelumnya.
Irjen Agus juga menjelaskan mengenai larangan melintas bagi kendaraan sumbu tiga di jalan tol. Kendaraan sumbu tiga mulai dilarang tanggal 24 hingga tanggal 8. Namun, ini tidak absolut. Angkutan sembako dan lain sebagainya masih bisa jalan, termasuk barang-barang yang diangkut dengan sumbu 2. Jadi, tidak absolut, ada alternatif pengangkutan logistik barang yang masih bisa dilakukan, ujarnya.
Sistem one way akan diterapkan kembali dari Km 70 hingga Km 414. Namun, Irjen Agus mengungkapkan bahwa sistem one way pada arus mudik dan arus balik kali ini akan dimodifikasi. Modifikasi ini berkaitan dengan pembukaan beberapa ruas tol baru, termasuk Tol Cisondong dan Ciperna. Tahun ini, hasil koordinasi dengan stakeholder, khususnya Jasamarga dan tata kelola jalan tol, kami akan buka Tol Cisondong. Jadi, yang arah Semarang nanti akan kita lepas. Tahun lalu belum, jelasnya.
Irjen Agus menambahkan, Ketika rasio kendaraan yang melintasi tol ke Jakarta sudah sampai 6.400-7.400, jika mencapai 7.500, maka akan diterapkan one way lajur 3. Sistem one way sama, tahun ini juga dari Km 414 Kalikangkung sampai Km 70.
Tol fungsional akan berada di persimpangan Tol Cipularang dan Tol TransJawa. Tol fungsional ini akan menuju daerah Deltamas, sehingga dapat mencegah penumpukan kendaraan di pertemuan Tol Cipularang dan Tol TransJawa. Tahun lalu belum dilakukan kaitannya dengan tol fungsional Japek 3. Dulu, dari Bandung, crossing di Km 66. Sekarang, dari Bandung di Sadang sudah ada tol fungsional yang menuju Deltamas. Jadi, crossing dari TransJawa yang ketemu di 66 sama dari Bandung, tahun ini tidak ketemu, langsung dipotong di Japek 3 sampai Deltamas. Nanti ada arteri sepanjang 3 km, ini cukup representatif, ungkapnya.
Tol fungsional lainnya juga akan diterapkan di Solo dan Jogja. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan kendaraan di Jogja. Termasuk tol fungsional di Solo dan Jogja. Solo-Jogja itu ada pintu tol yang exit di Klaten, terus sampai Prambanan, sampai di Taman Martali. Ini jadi persoalan di ujung. Apabila weekend saja sudah penuh, kalau di ujungnya tidak dikelola, ini nantinya di tol exit yang masuk Jogja akan padat. Sehingga, di Jogja akan dilakukan rekayasa atau mungkin pada saat dikeluarkan exit Tol Prambanan bisa di-delay system, bisa dimasukkan ke arah Sleman, sehingga masuk ke Jogja bisa kita kurangi sehingga tidak terjadi kepadatan, tutur Irjen Agus.
Dengan strategi yang komprehensif ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.
Rincian Strategi Rekayasa Lalu Lintas:
Jenis Rekayasa Lalu Lintas | Kondisi Penerapan | Lokasi Penerapan |
---|---|---|
Pembatasan Kendaraan Sumbu Tiga | Mulai 24 [Bulan] hingga 8 [Bulan] (Tidak Absolut, Angkutan Sembako dan Logistik Tetap Diizinkan) | Jalan Tol |
Contraflow | Volume Kendaraan di Km 50 mencapai 5.500 (1 Lajur), Volume Kendaraan Meningkat menjadi 6.400 (2 Lajur) | Sesuai Kondisi di Lapangan (Contoh: Km 67 ke Km 47 untuk Arus Balik) |
One Way | Rasio Kendaraan Mencapai 6.200 Kendaraan per Jam | Km 70 hingga Km 414 |
Tol Fungsional Japek 3 | Mengurangi Penumpukan di Pertemuan Tol Cipularang dan Tol TransJawa | Sadang (Bandung) ke Deltamas |
Tol Fungsional Solo-Jogja | Mengurangi Penumpukan di Jogja | Klaten ke Prambanan (dengan Delay System di Exit Tol Prambanan) |
Catatan: Penerapan rekayasa lalu lintas bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.
Demikian penjelasan menyeluruh tentang kakorlantas beber strategi mudik 2025 di hadapan kapolri dalam berita yang saya berikan Jangan segan untuk mengeksplorasi topik ini lebih dalam selalu berinovasi dalam pembelajaran dan jaga kesehatan kognitif. Silakan share kepada rekan-rekanmu. semoga konten lainnya juga menarik. Terima kasih.
✦ Tanya AI